Penyakit Pernapasan Laringotrakeobronkitis

Penyakit pernapasan laringotrakeobronkitis merupakan penyakit yang menyerang saluran napas dan disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Penyakit ini banyak mengenai usia anak-anak. Croup atau krup merupakan istilah lain dari penyakit yang menimbulkan gejala asma atau sesak napas ini. Krup diawali dengan gejala pilek dan batuk kering disertai sesak napas. Penderita sering dijumpai tersengal dan nampak sekali kesulitan bernapas. Pada pasien anak sering menyebabkan rewel yang teramat sangat.

Batuk yang ditimbulkan pada umumnya dalam dengan suara seperti menggonggong atau berdebum. Selain itu di sela-sela batuk sering diiringi suara napas berdecit atau mencicit. Dada yang terasa sesak akan semakin memperparah batuk. Kondisi batuk parah pada umumnya terjadi di malam hari yang dapat membuat kualitas tidur anak yang menderita menjadi kurang. Anak terjaga dan rewel di malam hari.

Adapun beberapa virus penyebab penyakit pernapasan laringotrakeobronkitis ini antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Parainfluenzae virus.
    Merupakan bakteri RNA rantai tunggal berbentuk bulat yang paling banyak menginfeksi. Pada infeksi virus jenis ini, biasanya disertai dengan demam tinggi dan laringitis.
  2. Bakteri streptococcus pneumonia.
    Bakteri ini mudah menginfeksi saluran pernapasan baik anak maupun dewasa. Meskipun penanganannya relative lebih mudah dibandingkan dengan virus, namun infeksinya sering menimbulkan terjadinya batuk dengan durasi yang lebih lama. Pengobatan dapat dilakukan dengan antibiotik dan perlu ketelatenan orang tua, khususnya bila yang terserang adalah anak yang masih belum mudah melakukan komunikasi dua arah.
  3. Respiratory syncytial virus
    Biasa dikenal dengan RSV merupakan virus yang dapat menyebabkan gangguan pernafasan disebabkan infeksi saluran pernafasan hingga menyebabkan peradangan. Virus ini paling umum menyebabkan peradangan saluran udara kecil di paru-paru yang parah sehingga membuat penderitanya memerlukan perawatan di rumah sakit dan dapat menyebabkan kematian. Kelesuan, demam dan kurangnya nafsu makan merupakan gejala yang tampak pada bayi yang terserang virus ini. Penanganan yang tepat dengan memberikan oksigen tambahan.

Untuk menghindari terjadinya infeksi baik virus maupun bakteri yang menyebabkan penyakit laringotrakeobronkitis ini, anak perlu memiliki daya tahan tubuh yang bagus. Peningkatan daya tahan tubuh dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah faktor gizi. Asupan gizi yang baik, seimbang dan teratur akan membantu menambah sistem kekebalan tubuh anak. Selain itu istirahat yang cukup dan teratur juga sangat dibutuhkan.

Apabila di dalam anggota keluarga ataupun lingkungan ada yang terkena penyakit ini, sebaiknya jika memungkinkan penderita diisolasi atau tidak didekatkan dengan anak. Namun jika tidak, proteksi berupa peningkatan daya tahan tubuh menjadi yang utama harus diperhatikan guna mencegah terjadinya penularan penyakit pernapasan laringotrakeobronkitis ini.